STRATEGI BLENDED LEARNING UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN KEMAMPUAN CRITICAL THINKING MAHASISWA DI ERA DIGITAL

Annisa Ratna Sari,

Abstract


Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah: (1) Mengetahui deskripsi implementasi strategi Blended Learning dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa (2) Mengetahui peningkatan kemandirian belajar mahasiswa melalui pengimplementasian strategi Blended Learning (3) Mengetahui peningkatan kemampuan Critical Thinking mahasiswa melalui pengimplementasian strategi Blended Learning.

Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Akuntansi FE UNYpada tahun akademik 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan model Kemmis-Taggart. Penelitian ini didahului dengan mengembangkan perangkat pembelajaran Blended Learning sebagai upaya untuk meningkatkan Kemandirian Belajar, Critical Thinking, maupun prestasi belajar mahasiswa. Tahap-tahap penelitian tiap siklus meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Akuntansi. Metode pengumpulan data dengan observasi, dan tes atau pemberian tugas/kuis untuk mengetahui kualitas proses dan hasil pembelajaran. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.

Strategi pembelajaran Blended Learning terbukti berhasil meningkatkan Kemandirian Belajar, Critical Thinking, maupun prestasi belajar dari mahasiswa terhadap perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Akuntansi. Hal ini didasarkan pada terjadinya: (1) peningkatan kemampuan mahasiswa untuk belajar mandiri antara sebelum implementasi Strategi Blended Learning yaitu sebesar 14,3%, dan setelah siklus terakhir pengimplementasian Strategi Blended Learning adalah sebesar 85,7% (2) peningkatan kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis antara sebelum implementasi Strategi Blended Learning yaitu sebesar 19,3%, dan setelah siklus terakhir pengimplementasian Strategi Blended Learning adalah sebesar 88,6% (3) peningkatan Prestasi Belajar mahasiswa dimana terdapat 92,9% mahasiswa yang mendapatkan nilai lebih besar sama dengan 75 untuk komponen tugas dan partisipasi, dan 78,6% mahasiswa yang mendapatkan nilai lebih besar sama dengan 75 untuk komponen UAS.

 

Kata kunci: blended learning, kemandirian belajar, critical thinking, prestasi belajar


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/jpai.v11i2.1689

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



Index sitasi:

                         


Creative Commons License
JPAI by JPAI is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.uny.ac.id/index.php/jpakun.
Permissions beyond the scope of this license may be available at https://journal.uny.ac.id/index.php/jpakun.