Pengembangan Aplikasi Website Pengaduan dan Edukasi Bencana Alam dengan Framework Laravel
DOI:
https://doi.org/10.21831/jited.v3i2.2512Keywords:
Mitigasi Bencana, Pengaduan Bencana, Edukasi Bencana, Aplikasi WebsiteAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya minat masyarakat dalam membaca informasi mitigasi bencana serta tantangan dalam koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana alam. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Meningkatkan minat masyarakat dalam membaca informasi mitigasi bencana dan membantu meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana dengan mengembangkan aplikasi website pengaduan dan edukasi bencana alam; 2) Mengetahui tingkat kualitas aplikasi website pengaduan dan edukasi bencana alam yang dikembangkan berdasarkan standar ISO 25010. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahap, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini menghasilkan aplikasi yang berfungsi untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengakses informasi terkait mitigasi bencana serta memperkuat koordinasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini layak digunakan karena memenuhi standar ISO 25010. Pengujian menunjukkan bahwa functional suitability bernilai 1 atau baik, performance efficiency memiliki rata-rata skor 95,2 atau baik, usability mendapatkan nilai 88% dan tergolong sangat layak, portability berfungsi baik di berbagai platform dan perangkat, serta satisfaction bernilai 89% yang juga masuk dalam kategori sangat layak.
Downloads
References
[1] Adesfiana, Z. N., Astuti, I., & Enawaty, E. (2022). Pengembangan Chatbot Berbasis Web Menggunakan Model ADDIE. Jurnal Khatulistiwa Informatika, 10(2), 147–152.
[2] Amkas, K. (2022). Hidup di Negara Rawan Bencana, Masyarakat Indonesia Belum Sadar Bencana. VOA Indonesia. https://www.voaindonesia.com/a/hidup-di-negara-rawan-bencana-masyarakat-indonesia-belum-sadar-bencana/6886366.html
[3] Evie, S. & Hasni. (2022). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Keluarga dalam Tanggap Bencana Tsunami. Jurnal Ilmu Kesehatan.
[4] Harjadi, C. N. (2024). Indonesia Jadi Negara dengan Risiko Bencana Alam Tertinggi Kedua di Dunia. GoodStats. https://goodstats.id/article/riset-world-risk-report-2023-indonesia-jadi-negara-dengan-risiko-bencana-alam-tertinggi-kedua-di-dunia-mengapa-KMvv7
[5] Jati, R., Uderkh, & Purba, E. S. (2023). RBI Risiko Bencana Indonesia “Memahami Risiko Sistemik di Indonesia.” Pusat Data Informasi Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
[6] Sunardi, A. (2024). Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Masih Rendah. Rri.Co.Id - Portal Berita Terpercaya. https://www.rri.co.id/daerah/508724/kesiapsiagaan-masyarakat-menghadapi-bencana-masih-rendah
[7] Toyyibah, G. G., Putra, A. D., & Priandika, A. T. (2023). Rancang Bangun Aplikasi Web Pelayanan Pengaduan Masyarakat Berbasis Web (Studi Kasus: Lembaga Aliansi Indonesia Lampung Selatan). Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi, 15–21.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Information Technology and Education (JITED)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
