Penerapan language experience approach melalui cerita budaya lokal untuk mendukung membaca awal pada anak

Martha Christianti, Nur Hayati, Arumi Savitri Fatimaningrum

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Language Experience Approach (LEA) melalui cerita rakyat budaya lokal untuk mendukung membaca awal pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain ekperimen quasi eksperimen. Teknik pengumpulan data dengan observasi dalam bentuk ceklist dan catatan lapangan. Hasil penelitian dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menerapkan pendekatan LEA dengan beberapa tahap yaitu (1) tahap bercerita; (2) tahap anak menyampaikan pengetahuan melalui pertanyaan; (3) nak menuangka pengalaman melalui gambar, huruf atau bentuk; (4) guru meminta anak untuk menceritakan hasil tulisannya secara lisan. Penelitian ini menunjukkan bahwa 80 persen anak di TPA Dharma Yoga Santi mengalami kemajuan dalam membaca awal yang ditunjukkan dalam kemampuan anak untuk menciptakan cerita dari pengalamannya mendengarkan cerita dalam bentuk tulisan dan kemampuan anak untuk menceritakan kembali cerita melalui hasil tulisannya dalam bentuk lisan atau tulisan. Anak anak mulai tumbuh rasa percaya diri untuk mengungkapkan ide melalui tulisan karena sering mendapatkan kesempatan dari guru untuk menuangkan idenya baik berupa gambar maupun tulisan.

 

Abstract

This study aims to apply the Language Experience Approach (LEA) through local folklore to enhance early reading in early childhood. The research employed the quasi experimental design. Data were collected by means of observation in the form of a checklist and field notes. The data were then analyzed by using the quantitative and qualitative descriptive approaches. The results show that this study apply the LEA approach with several stages, namely (1) the storytelling stage; (2) the stage where children conveys knowledge through questions; (3) the stage where children want to imagine experiences through images, letters or shapes; and (4) the stage where teacher asks children to verbally convey their writing results. This study also reveals that 80 percent of children in TPA Dharma Yoga Santi experienced progress in early reading as indicated in the children’s ability to create stories in written from after they listen to certain stories and children’s ability to retell stories in written and oral forms. Children begin to grow the confidence to express ideas through writing because they often get the opportunity from the teacher to express their ideas in the form of pictures and writing.


Keywords


LEA; cerita; membaca awal; anak; story; early reading; children

Full Text:

Fulltext PDF

References


Cengage Learning.

Bowman, M., & Treiman, R. (2004). Stepping stones to reading. Theory into Practice, 43(4), 295-303. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4304_8

Brewer, J. A. (2007). Early childhood education: Preschool through primary grades. Pearson.

Christianti, M., & Cholimah, N. (2013). Pengenalan karakter melalui cerita rakyat budaya lokal untuk anak usia dini. Prosiding. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Darnita, D. (2019). Penerapan model tutor sebaya berbasis literasi untuk meningkatkan hasil belajar tematik siswa. Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan, 153-166.

Dhieni, N. (2008). Studi penelusuran lulusan program studi pendidikan anak usia dini. Perspektif Ilmu Pendidikan, 17(IX), 83-89. https://doi.org/10.21009/PIP.171.9

Go Bekasi. (2016). Survei UNESCO: Minat baca masyarakat Indonesia 0,001 persen. Diakses dari http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/05/ 19/survei-unesco-minat-baca-masyarakat-indonesia-0001-persen/ pada tanggal 13 April 2017.

Handayani, I. P. (2018). Pengaruh program literasi terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 21 Surabaya. Inspirasi Manajemen Pendidikan, 6(3).

Hoff, E. (2009). Language development at an early age: Learning mechanisms and outcomes from birth to five years. Encyclopedia on Early Childhood Development, 1-5. http://www.child-encyclopedia.com/language-development-and-literacy/according-experts/language-development-early-age-learning.

Jalongo, M. R. (2000). Early childhood language arts: Meeting diverse literacy needs through collaboration with families and professionals. Allyn and Bacon, 160 Gould St., Needham Heights, MA 02494.

Kasiyun, S. (2015). Upaya meningkatkan minat baca sebagai sarana untuk mencerdaskan bangsa. Jurnal Pena Indonesia, 1(1), 79-95. http://dx.doi.org/10.26740/jpi.v1n1.p79-95

Kauntur, R. (2018). Metode penelitian untuk penulisan skripsi dan tesis. Jakarta: CV Teruna Grafica.

Kompas. (2016). Minat baca Indonesia ada di urutan 60 dunia. Diakses dari http://edukasi.kompas.com/read/2016/08/29/07175131/minat.baca.indone sia.ada.di.urutan.ke-60.dunia pada tanggal 13 April 2017.

Lewis, B. A., Avrich, A. A., Freebairn, L. A., Hansen, A. J., Sucheston, L. E., Kuo, I., ... & Stein, C. M. (2011). Literacy outcomes of children with early childhood speech sound disorders: Impact of endophenotypes. Journal of Speech, Language, and Hearing Research. 10.1044/1092-4388(2011/10-0124)

Masengi, A. (2014). Peranan Orang Tua Dalam Mengembangkan Minat Baca Siswa SD Negeri 121 Kecamatan Malalayang Manado. JURNAL ACTA DIURNA, 3(4).

Otto, B. (2015). Perkembangan bahasa pada anak usia dini. Jakarta: Kencana.

Soderman, A. K., & Farrell, P. (2008). Creating literacy-rich preschools and kindergartens. Allyn & Bacon.




DOI: https://doi.org/10.21831/jpa.v8i1.26681

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Pendidikan Anak

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Our Journal indexed by:

 



Creative Commons License
Jurnal Pendidikan Anak is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.uny.ac.id/index.php/jpa.

Jurnal Pendidikan Anak Stats