MEMBACA DOMINASI MILITER DALAM MUSEUM & MONUMEN KEDIRGANTARAAN INDONESIA

Authors

  • Nanang Setiawan Universitas Negeri Yogyakarta
  • Dwi Adi Wicaksono Alumni, Universitas Gadjah Mada

Abstract

Monumen serta Museum Pusat TNI Angkatan Udara mampu menyimpan berbagai ingatan serta menempatkan peran militer di mata masyarakat Indonesia. Hal ini yang kemudian dijadikan ide dasar dalam menentukan fokus penelitian. Menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat langkah, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini difokuskan untuk membaca dominasi militer dalam museum kedirgantaraan Indonesia. Menggunakan cara pengamatan langsung dan berbagai sumber baik primer maupun sekunder seperti monograf serta artikel, penelitian ini menunjukkan bahwa melalui public space khususnya museum, simbol dan wacana direpresentasikan untuk menunjukkan sebuah identitas agar mengendap dalam ingatan masyarakat. Dengan demikian dapat diketahui, bahwa konstruksi sejarah melalui sebuah museum yang mengandung pengalaman masa lalu merupakan sebuah hal yang tidak dapat dielakkan. Lebih dari itu, museum telah dijadikan sebagai perantara guna memperkuat impresi bahwa militer menjadi pihak yang paling berperan dalam mengembangkan sektor kedirgantaraan di Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut sejarah kedirgantaraan sejak awal digambarkan sangat lekat dengan militer, karena institusi inilah yang paling dekat dengan aktivitas ini. Meskipun penerbangan sipil sebenarnya juga memiliki peran yang signifikan, akan tetapi pada akhirnya militer tetap mendominasi sejarah kedirgantaraan di Indonesia. 

Kata kunci: Monumen, Museum, Militer dan Sejarah Penerbangan 

References

Anonim. "Een Balon Vorengelukt". Nieuwsblad van Friesland, 09 Agustus 1911.

Anonim. "Luchtvaart". Het Nieuws van den dag voor Nederlandsch Indie, 08 Oktober 1909.

Anonim. "Vleigproeven in Nederlandsch Indie 13, 17 en 20 Mart". De Java Bode, 25 Februari 2010.

Anonim. "Raad van Indie: Onderzoek voor Rambaldo...". Bataviaasch Handelsblad, 02 November 1911.

Budiawan. (2013). Sejarah dan Memori; Titik Simpang dan Titik Temu. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Cassius, Gerrard & Thijs Postma. (1986). 40 Jaar Luchtvaart in Indie. Alkmaar: De Alk bv.

Dater, Henry M. (1953). "Needed -American Aviation History." Military Affairs, Vol. 17, No. 4, pp. 191 - 194.

Dewi, Erma Octavia Puspita. (2017). "Lembaga Pendidikan Penerbangan Angkatan Udara Yogyakarta Tahun 1945-1965". Avatara, Vol 5, No. 3, pp. 881- 894.

Dinas Penerangan TNI AU. (1996). 50 Tahun Emas TNI Angkatan Udara. Jakarta Dispenau.

_______. 1981. Sejarah TNI Angkatan Udara Jilid 1 (1945 - 1950). Jakarta: Dispenau.

Dolman, Everret Carl. (2004). The Warrior State; How Military Organization Structure Politics. New York: Palgrave Macmillan.

Fox, Sarah Jane. (2014). "The Evolution of Aviation in Times of War and Peace".International Journal on World Peace. Vol. 31, No. 4, pp. 49 – 79.

Hoop, J Van Der. (1925). Door De Lucht Naar Indie. Amsterdam: Scheltens & Giltay.

Koninklijke Nederlandsch Indie Luchtvaart Maatschappij. (1938). 10 Vervlogen Jaren. Batavia: KNILM.

Kurniawan, Dadan Adi. (2019). Sejarah Penerbangan Di Surakarta. Surakarta: UNS Press.

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Mashud, Imam. (2022). "Historiografi Ruang kronologi Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta". Mukadimah, Vol. g, No, 1, pp. 82-93.

Naber, S.P.L. Honore Naber. (1932). A.E. Rambaldo Luitenant ter zee der tweede klasse: Baanbreker voor de luchtvaart in Nederland in West en Oost Indie 1879 - 1911. The Hague.

Rae, John B. (1961). "Science & Engineeering in The History of Aviation.' Technology and Culture, Vol. 2 No. 4, pp. 391 - 399.

Sacre, H. Walaardt W.P. Van De Abellen & EN F. Spittel. (1932). Vijf-en Twintig Jaar Luchtvaart in Nederland. Amsterdam: A. J. Stronghold.

Schoenmaker, Wim & Thijs Postma. (1984). Aviateurs in het Eerste Uur; De Nederlandsche luchtvaart tot de Eerste Wereldoorlog. Weesp: Romen Luchtvaart.

Spit, Gysbert. (1931). Praat en Plaat; Amsterdam - Batavia Der KLM. Middelburg: Firma G.W. Den Boer.

Stibbe D.G. & Dr. J Stroomberg. (1936). Encyclopediae vam Nederlandsch Indie. Tweede Druk. Gravenhage: Martinus Nijhoff.

Wicaksono, Dwi Adi. (2018). Membangun Jembatan Udara; Pembentukan dan Nasionalisasi Maskapai Penerbangan Sipil Indonesia 1928 -1942. Bangkalan: Terang Mentari.

Zimmerman, A. (1936). Wij Kijken Omhoog; Een Indisch Jongensboek over Vlieegen en Vliegers. Amsterdam: Kolf & Co.

Downloads

Published

2025-12-05

How to Cite

[1]
Setiawan, N. and Wicaksono, D.A. 2025. MEMBACA DOMINASI MILITER DALAM MUSEUM & MONUMEN KEDIRGANTARAAN INDONESIA. ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah. 21, 2 (Dec. 2025).