PEMERTAHANAN BAHASA JAWA DI DESA KAMPUNG BARU KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

FRISCA EVRIANA, Achmad Achmad, Emawati Emawati

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Pemertahanan Bahasa Jawa di  Desa Kampung Baru Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kajian Sosiolinguistik). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik angket, teknik rekam, teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Kampung Baru merupakan masyarakat dwibahasa. yaitu masyarakat yang mampu menggunakan lebih dari satu bahasa saat berkomunikasi, diantaranya ialah bahasa daerah Bali, Komering, Batak dan Sunda akan tetapi masyarakat Desa Kampung Baru masih mendominasi menggunakan bahasa Jawa saat berkomunikasi.Selain itu faktor pendukung yang menyebabkan bahasa Jawa dapat bertahan di desa Kampung Baru Kabupaten Ogan Komering Ilir Dusun 6 adalah perilaku dan sikap positif untuk bersedia menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan sehari-hari dan mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda agar mereka terus mempertahankan dan menggunakan bahasa Jawa karena merupakan ciri khas dari orang Jawa.

JAVA LANGUAGE DEFENSE IN KAMPUNG BARU VILLAGE OGAN KOMERING ILIR DISTRICT (SOSIOLINGUISTIC STUDY). 

The purpose of this study was to describe Javanese Language Retention in Kampung Baru Village, Ogan Komering Ilir Regency (Sociolinguistic Study). The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection uses questionnaire techniques, record techniques, interview techniques and observation. The results of this study indicate that the Kampung Baru Village community is a bilingual community. that is, people who are able to use more than one language when communicating, including the local languages of Bali, Komering, Batak and Sundanese, but the people of Kampung Baru Village still dominate using the Javanese language when communicating. In addition, the supporting factors that caused Javanese language to survive in Kampung Baru Village, Ogan Komering Ilir Dusun 6 Regency were behaviors and positive attitudes to be willing to use Javanese in daily activities and introduce Javanese culture to the younger generation so that they continued to maintain and use Javanese because it is a characteristic of Javanese people.

 

Kata kunci: Pemertahanan Bahasa, Bahasa Daerah, Sosiolinguistik.


Keywords


pemertahanan bahasa, bahasa daerah, sosiolinguistik

References


Aslinda, & Syafyahya, L. (2007). Pengantar sosiolinguistik. Bandung: Refika Aditama.

Chaer, A. (2007). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Kemdikbud. (2018, 24 Juli). Badan Bahasa Petakan 652 Bahasa Daerah di Indonesia. Diunduh dari http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/07/badan-bahasa-petakan-652-bahasa-daerah-di-indonesia

Mardikantoro, H. B. (2016). Pemertahanan bahasa Jawa dalam pertunjukan kesenian tradisional di Jawa Tengah. LITERA, 15(2) 269-280.

Ratna, N. K. (2007). Teori metode dan teknik penelitian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rokhman, F. (2013). Sosiolinguistik: Suatu pendekatan pembelajaran bahasa dalam masyarakat multikultular. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Syahriani, A. (2017). Pemertahanan bahasa Jawa dialek Banten pada guyub tutur di Kelurahan Sumur Pecung Serang.Buletin Al-Turas:Jurnal Sejarah, Sastra, Budaya, dan Agama, 23(2), 251-169.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Citation & Indexing:

 

Creative Commons License
This site is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International