DINAMIKA DUKUNGAN SOSIAL BAGI ORANG DENGAN HIV/AIDS

Rahmatika Kurnia Romadhani, Hadi Sutarmanto

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui makna dan bentuk peran dukungan sosial yang diperlukan oleh orang dengan HIV/AIDS. Penelitian ini melibatkan tiga subjek primer dan tiga signi icant others. Subjek primer dari penelitian ini adalah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Waria dengan sumber terinfeksi hubungan seksual yang tidak aman, dan berganti-ganti pasangan. Subjek berikutnya ialah ODHA dengan sumber terinfeksi penyalahgunaan jarum suntik, serta satu subjek seorang ibu rumah tangga yang tertular virus HIV dari suaminya yang gemar membuat tatto di tubuhnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif Interpretative Phenomenological Analysis. Dari penelitian ini ditemukan bahwa dukungan sosial dimaknai sebagai motivasi, pendorong untuk terus semangat menjalani hidup. Dukungan sosial yang diterima membuat subjek lebih optimis dalam menjalani hidup, dan tahu kemana harus meminta pertolongan saat membutuhkan. Dukungan yang paling dibutuhkan adalah seseorang yang mau mendengarkan dan memahami tanpa berprasangka dan membedakan, rasa aman serta rasa dihargai. Kebutuhan lain yang diperlukan adalah kebutuhan instrumental seperti kebutuhan inansial dan kebutuhan akan informasi terkait dengan HIV/AIDS.


Full Text:

PDF

References


Bor, R., Miller, R., & Goldman., E. 1993. "HIV/AIDS and The Family: A Review of Research in The First Decade". Journal of family Therapy, 15,187-204.

Castro, R., Orozco, E., Eroza, E., Manca, M., Hernandez, J., & Aggleton, P. 1998. "Family Responsen to HIV/AIDS in Mexico". AIDS care, 10, 583-598.

Cohen, S., & Mc. Kay, G. 1984. "Social Support, Stress, and the Buffering Hypothesis: A Theoretical Analysis". Dalam A. Baum, J. E. Singer, & S. E. Taylor (Eds.), Handbook of Psychology and Health (Vol. 4). Hillsdale, NJ:Erlbaum.

Cohen, S., Gottlieb, B., & Underwood, L. 2000. "Social Relationships and Health". Dalam S. Cohen, L. Underwood, & B. Gottlieb (Eds.), Social Support Measurement and Intervention: A Guide for Health and Social Scientists (pp. 3-25). New York: Oxford University Press.

Derlega, V. J., Winstead, B. A., Greene, K., Serovich, J., & Elwood, W. N. 2004. "Reasons for HIV Disclosure/Nondisclosure in Close Relatioship: Testing Model of HIV-Disclosure Decision Making". Journal of Social and Clinical Psychology, 23(6), 747-767.

Kalalo, J. G. K., Tjitrosantoso, H. M. T., & Goenawi, L. R. 2011. "Studi Penatalaksanaan Terapi pada Penderita HIV/AIDS di Klinik Rumah Sakit Kota Manado". Pharmacon, 1(2), 98-103. Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia. 2013. Data Kasus HIV dan AIDS di DIY 2013. Diunduh dari http://www.kpai.org pada tanggal 8 Desember 2013.

Latief, M. S. 2005. Siapa Peduli AIDS di Yogya?: Kinerja KPAD dan DPRD DIY dalam Penanggulangan HIV/AIDS pada Era Otonomi Daerah. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada.

Lambert, L. 2004. Women, Psychology and HIV/AIDS What Can Be Learned from an Eco-Social Perspective? Proposal for Second International Congress of The Asian Federation for Psychoterapy in Iran. England: University of Wamborough.

Lee, S.J., Detels, R., Rotheram-Borus, M, J., & Duan, N. 2007. "The Effect of Social Support on Mental and Behavioral Outcomes among Adolescent with Parents with HIV/AIDS". American Journal of Public Health, 97(10).

Manopaiboon, C., Shaffer., & Clark, L. 1998. "Impact of HIV on Families of HIVinfected Women who Have Recently Given Birth, Bangkok, Thailand". J Acquirimmunedeicsyndrom Hum Retrovirol, 18(1), 54-63.

Mawar, N., & Paranjape, R. S. 2002. "Live and Let Live: Acceptance of People Living with HIV/AIDS in an Era where Stigma and Discrimination Persist". ICMR Bull, 32, 105-114.

Moleong, L. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ogden, J. 2000. Heal t h Ps ychol ogy A Textbook (2 ed.). Philadelphia: Open University Press.

Ostrow, D., Joshep, J., Van-Raden, & Lawrence. 1989. "HIV Related Symptoms and Psychological Functioning in A Cohort of Homosexual Men". American Journal of Psychiatry, 146, 737-742.

Permenkes RI Nomor 21 Tahun 2013 tentang Penanggulanan HIV dan AIDS.

Poerwandari, K. 2005. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: LPSP3 UI.

Santrock, J. W. 2012. A Topical Approach to Lifespan Development (6110 ed.). New York: McGraw Hill.

Schaefer. C, Coyne, J. C., & Lazarus, R. S. 1981. "The Health-Related Function of Social Support". Journal of Behavioral Medicine, 4(4). 381-406.

Seligson, M.R.,& Karen E,.Peterson. 1992. "AI DS Prevention and Treatment: Hope, Humor, and Healing". New York: Hemisphere Publishing Corporation

Smet, B. 1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta: Grasindo.

Sun, Y. H., Sun, L., Wu, H. Y., Zhang, Z. K., Wang, B., Yu, C., & Cao, H. Y. 2009. "Loneliness, Social Support and Family Function of People Living with HIV/AIDS in Anhui Rural Area, China". International Journal of STD & AIDS, 20, 255. DOI: 10.1258/ijsa.2008.008348 .

Taylor. S. E. 2006. Health Psychology. Boston: McGraw-Hill.

UNAIDS. 2011. Political Declaration on HIV/AIDS. Diunduh dari: www.unaids.org pada tanggal 8 Desember 2013.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Citation & Indexing:

 

Creative Commons License
This site is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International