Proses PEMBENTUKAN KOSAKATA DAN FUNGSI BAHASA KELOMPOK GAY

Ahmad Wahyudin

Abstract


This study aims to describe vocabulary formations and language functions in a gay community. The object was the language employed by such a community. The data were collected through listening, recording, and noting and were analyzed by means of the qualitative descriptive technique. The data trustworthiness was enhanced by careful observations and triangulation (data sources, relevant theories, and other observers). The findings are as follows. First, the vocabulary formations include (a) form addition, (b) form substitution, (c) utilization of short forms (abbreviations and acronyms), and (d) utilization of puns. Second, language in the gay community has four functions, i.e.: (a) emotive function, (b) referential function,
(c) phatic function, and (d) conative function.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JUNAL PENELITIAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA

1. Artikel harus di tulis berdasarkan penelitian bidang kebahasaan, kesasatraan, atau pengajaran bahasa dan sastra, dan belum pernah dimuat pada jurnal lain. naskah diketik dengan program Mikrosof Word, 1,5 spasi, sepanjang 15-20 halaman. naskah diserahkan dile dapat dikirim ke e-mail: jurnal_litera_fbs@yahoo.com

2. Nama penulis artikel tanpa gelar akademik ditempatkan di bawah judul artikel, di bawahnya ditulis nama lembaga asal penulis dan alamat korespondensi (e-mail atau nomor HP). Jika naskah ditulis oleh tim, semua anggota tim harus ditulis, tetapi penyunting hanya berhubungan dengan penulis utama atau penulis yang namanya diurutan pertama.

3. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris secara benar dengan format esai. Judul artikel dicetak dengan huruf kapital di tengah-tengah, sedang subjudul ditulis mulai margin kiri lurus tanpa menggunakan angka penomoran. Sub-subjudul dibedakan peringkat hurufnya dan dicetak tebal miring.

4. Artikel ditulis dengan sistematika sebagai berikut: judul, nama penulis, alamat lembaga, dan korespondensi (e-mail); abstrak (100-120) kata; berisi tujuan, metode, hasil penelitian dan kesimpulan utma); kata kunci; pendahuluan (berisi masalah penelitian, situasi ilmiah dewasa ini, dapat mengacu pustaka yang menjadi landasan penelitian); metode; hasil dan pembahasan (diperkuat teori atau temuan penelitian yang relevan); simpulan; persantunan (ucapan terima kasih); daftar pustaka (hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk).

5. Sumber rujukan sedapat mungkin merupakan pustaka terbitan mutakhir dan diutamakan pustka primer (artikel penelitian dalam jurnal/majalah ilmiah atau laporan penelitian termasuk tesis dan disertasi).

6. Perujukan/pengutipan menggunakan teknik rujukan berkurung dan untuk kutipan langsung disertai penyebutan halaman, contoh:... (Michael,2008:48).

7. Daftar pustaka disusun secara alfabetis dan kronologisdengan urutan dan contoh sebagai berikut.

* Buku: nama penulis (jika nama lebih dari satu kata, diambil entri terakhir) , tahun, judul buku, (cetak miring), kota penerbit, penerbit.

Edwards, Patricia A. 2008. Childens Literary Development, Boston: Person.

* Artikel Jurnal: nama penulis, tahun, judul artikel (diapit tanda kutip), nama jurnal, volume/nomor, halaman.

Sudibyo. 2008. "Dalam Bayang-banyang Kolonialisme: Ranggawarsita dan Abdullah Bin Abdul Kadir Munsyi", Widyaparwa, Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan. Volume 37, Nomor1, hlm. 15-36.

*Internet: nama penulis, tahun, judul tulisan (cetak miring), situs, tanggal pengaksesan.

Mueller, John. 2008. Authentic Assesment Toolbox. North Central College, Naperville http//jonathan.mueler.faculty.noctrl.edu/toolbox/index.htm (Diunduh 17 Januari 2009).