Pengelolaan Stress pada Anak dengan Kesulitan Belajar Spesifik (ABBS)

Pujaningsih Pujaningsih

Abstract


Anak dengan kesulitan belajar rentan mengalami kegagalan akademik di sekolah secara berulang. Hal tersebut menjadi pemicu stress dan berdampak negatif pada perkembangan mereka. Kerentanan stress pada ABBS dapat muncul dalam proses pemberian layanan khusus kepada mereka dan akan semakin meningkat bila mereka tidak mendapat layanan khusus. Stres sebagai sesuatu yang tidak nampak dan kondisi ABBS yang juga secara fisik tidak dapat dibedakan dari kesulitan belajar pada umumnya menjadikan guru maupun orang tua memberikan label serta penanganan yang tidak semestinya kepada ABBS. Banyak orang tidak menduga bahwa stres pada ABBS dapat muncul seiring pemberian layanan khusus kepada mereka. Faktor sekolah dan guru khusus dinyatakan Rubenzer (1987) sebagai pemicu stres pada ABBS. Guru khusus yang hadir untuk memberikan layanan khusus untuk ABBS ternyata juga dapat memicu stres sehingga guru perlu berhati-hati dalam berinteraksi dengan ABBS.
Tanda-tanda stres pada ABBS dapat menjadi patokan setiap reaksi ABBS pada proses belajar mengajar sehingga upaya pencegahan maupun pengurangan stres dapat dilakukan. Pencegahan stres pada ABBS dapat dilakukan dengan memperkuat mental kepribadian ABBS dengan mengacu penelitian longitudinal Goldber et al (2003) yang mencakup; a) kesadaran konsep diri, b) proaktif, c) pantang menyerah, d) penetapan tujuan, e) stabilitas emosi. Pengelolaan stres yang dapat dilakukan oleh guru pengurangan sikap, perilaku dan lingkungan yang dapat menjadi pemicu stres. Pengelolaan tersebut dikemukakan oleh Rubenzer (1987) dengan istilah ABC's management.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.