PERSPEKTIF OPORTUNISTIK DAN EFISIEN DALAM FENOMENA MANAJEMEN LABA

Denies Priantinah, Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta

Abstract


Managemen laba bisa muncul dari adanya problem asimetri informasi dan konflik keagenan. Kondisi asimetri informasi ini akan eksis apabila kepemilikan ekuitas terpisah dari operasi perusahaan dan manager memiliki keunggulan atas informasi dibandingkan pemegang saham. Di sisi lain kondisi pasar tidak sempurna mampu menciptakan lingkungan bagi manager untuk melakukan diskresi akuntansi yang dilakukan untuk kepentingan manager yang dibebankan pada pemegang saham. Namun, di sisi lain managemen laba juga mampu menciptakan kesempatan bagi manager untuk menggunakan diskresi akuntansi untuk mengkomunikasikan kinerja perusahaan terkait dengan informasi dengan cara yang memadai kepada para investor.

Salah satu alasan  yang mendasari fenomena managemen laba ini terus eksis dan dilakukan oleh banyak perusahaan karena adanya sisi baik dari managemen laba. Sisi baik dari managemen laba bisa ditinjau dari sudut pandang kontrak efisien dan pelaporan keuangan. Dari perspektif kontrak efisien dalam Positive Accounting Theory, tingkat managemen laba bisa dianggap baik karena mampu meningkatkan efisiensi kontrak, alih-alih dilakukan sebagai bentuk perilaku oportunistik managemen. Kontrak yang efisien, memberikan keleluasaan kemampuan bagi manager untuk mengelola laba dalam kontrak yang rigid dan incomplete. Dalam kondisi ini, interpretasi terhadap perilaku managemen laba yang dilakukan manager dalam hal skema bonus, perjanjian hutang dan biaya politik harus dilakukan secara hati-hati, karena perilaku tersebut bisa mengambil bentuk sebagai perilaku yang efisien atau oportunis.

Perspektif perilaku oportunistik atas managemen laba, memiliki sudut pandang bahwa manager menggunakan asimetri informasi antara pihak eksternal dan internal perusahaan untuk memaksimisasi utilitas mereka terkait dengan kontrak kompensasi, kontrak hutang dan regulasi. Investor kemudian dikelabuhi dengan laporan informasi yang tidak reliabel. Manfaat dari manajemen laba ditengarai diperoleh jika manajer melakukan manajemen laba demi kepentingan entitas, khususnya pemegang saham. Fenomena ini banyak ditemui dalam hal political cost dan debt covenant. Penggunaan manajemen laba yang mengedepankan kepentingan perusahaan ini masuk dalam perspektif efisien. Dua sisi manajemen laba, yakni perspektif efisien dan perspektif oportunistik terjadi dalam banyak perusahaan. Usaha untuk menekan perilaku manajemen laba tentunya kemudian sedikit banyak harus memperhatikan dampak yang muncul atas perilaku tersebut, apakah dilakukan dalam kepentingan pribadi manajer atau untuk kepentingan entitas.

 Kata kunci: Manajemen Laba, Perspektif Oportunistik


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/jpai.v14i2.12865

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia



Index sitasi:

                         


Creative Commons License
JPAI by JPAI is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.uny.ac.id/index.php/jpakun.
Permissions beyond the scope of this license may be available at https://journal.uny.ac.id/index.php/jpakun.