UPACARA LABUHAN BEKTI JALANIDHI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI PANTAI SAMAS
Abstract
Abstrak-
Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ialah salah satu wilayah yang kaya akan budaya dan tradisi lokal. Salah satu tradisi yang dimiliki adalah upacara adat Labuhan Bekti Jalanidhi. Upacara ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat pesisir Pantai Samas yang telah dilaksanakan secara turun-temurun, mencerminkan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi upacara adat Labuhan Bekti Jalanidhi sebagai daya tarik wisata budaya di Pantai Samas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh masyarakat di Pantasi Samas guna memperoleh data yang mendalam tentang komponen, prosesi dan keunikan upacara adat Labuhan Bekti Jalanidhi. Hasil dari penelitian ini adalah upacara adat Labuhan Bekti Jalanidhi dapat menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Pantai Samas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan masyarkat setempat. Upacra ini terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan yakni Persiapan, Pelaksanaan dan Penutupan. Masing-masing tahapan ini memiliki nilai sacral dan keunikan. Potensi upacara adat Labuhan Bekti Jalanidhi dapat menjadi daya tarik wisata yang semakin menonjol dan dapat disaksikan oleh masyarakat luas baik lokal maupun internasional.
Kata Kunci: Upacara Adat, Daya Tarik Wisata, Wisata Budaya
Abstract
Sanden Subdistrict, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta Province is one of the areas rich in local culture and traditions. One of the traditions is the Labuhan Bekti Jalanidhi traditional ceremony. This ceremony is part of the tradition of the coastal community of Samas Beach which has been carried out for generations, reflecting the noble values and local wisdom of the local community. This study aims to analyze the potential of the Labuhan Bekti Jalanidhi traditional ceremony as a cultural tourism attraction in Samas Beach. This study uses a qualitative method by conducting observations and in-depth interviews with community leaders in Pantasi Samas in order to obtain in-depth data on the components, processions and uniqueness of the Labuhan Bekti Jalanidhi traditional ceremony. The results of this study are that the Labuhan Bekti Jalanidhi traditional ceremony can be one of the cultural tourism attractions in Samas Beach to increase tourist visits and local community income. This ceremony consists of several stages of implementation, namely Preparation, Implementation and Closing. Each of these stages has sacred value and uniqueness. The potential of the Labuhan Bekti Jalanidhi traditional ceremony can become a tourist attraction that is increasingly prominent and can be witnessed by the wider community, both local and international.
Keywords: Traditional Ceremony, Tourist Attraction, Cultural Tourism
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.21831/istoria.v21i1.83628
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Indri Kurniawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Printed ISSN (p-ISSN): 1858-2621
Online ISSN (e-ISSN): 2615-2150
ISTORIA has been Indexed by:
Supervised by:
/>Jurnal ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah by History Education Study Program, UNY is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.