Perencanaan Sistem Pengelolaan Limbah Terpadu Berbasis Biogas Dan Kompos Pada Peternakan Sapi Komunal: Studi Kasus Pada Kelompok Tani Ternak Ledok Makmur Banjeng, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Authors

  • Bagas Dwi Pradana Departemen Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Satoto Endar Nayono Departemen Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Suwartanti Suwartanti Departemen Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Qonaah Rizqi Fajriani Departemen Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta 55281, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21831/center.v3i1.2857

Keywords:

Peternakan sapi perah, Perencanaan terpadu, Produksi biogas, Analisis kelayakan

Abstract

Penumpukan limbah pada peternakan Ledok Makmur Banjeng yang saat ini belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai, dan menyebabkan keluhan dari masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perencanaan sistem pengelolaan limbah terpadu, meliputi identifikasi karakteristik limbah, merencanakan kebutuhan teknis, melakukan perhitungan unit pengelolaan, menyusun teknis dan rencana anggaran biaya, serta menghitung kelayakan ekonomi.

Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif analitik dan kuantitatif, observasi lapangan, wawancara, analisis laboratorium, pengumpulan data primer dan sekunder. Proses perencanaan mencakup pemilihan teknologi pengolahan, perhitungan kapasitas unit pengolahan, hingga proyeksi produksi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi peternakan  sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) reaktor biogas yang dirancang mampu mengolah limbah organik dari populasi ternak secara efektif menghasilkan biogas menjadi energi alternatif; (2) sistem ini direncanakan mampu memproduksi sekitar 9,24 m³ biogas/hari, setara dengan 1,42 tabung LPG 3 kg, dapat menghemat biaya energi rumah tangga sebesar Rp 10.266.000,00 per tahun; (3) residu dari proses fermentasi berupa bio-slurry dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, memberikan nilai tambah ekonomi sebesar Rp 26.980.000,00 per tahun; (4) total potensi ekonomi tambahan per tahun mencapai Rp 37.246.800,00. Analisis kelayakan menunjukkan digester tipe  fixed dome dan covered lagoon mencapai break even point (BEP) pada tahun ke 2 operasional. Berdasarkan analisis benefit cost ratio (BCR), fixed dome memiliki nilai B/C sebesar 4,53 lebih tinggi dari covered lagoon dengan nilai 4,52. Dari hasil perhitungan membuktikan bahwa sistem pengelolaan limbah terpadu layak diterapkan karena memberikan manfaat ekonomi serta pengaruh positif terhadap kesehatan lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Danubroto, R. W., Malkhamah, S., & Fahmi, R. (2024). Kelayakan Investasi dan Skenario Pengembangan Strategis Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Machine Translated by Google. Inersia, 20(01), 20–29.

[2] Endaryanta, & Wibowo, D. E. (2016). Pemanfaatan dan Modifikasi Limbah Plastik untuk Perbaikan Sifat Teknik (Kuat Geser) Tanah Lempung. Inersia, 7(2).

[3] Endriawan, E., Alfin, C., & Haryuni, N. (2024). Study of Biogas Reactor Construction to Reduce the Negative Impact of Waste in Animal Markets. Bestindo of Animal Science, 1(3), 171–178.

[4] Gemardi, A. (2018). Perencanaan Sistem Penyaluran Air Limbah Domestik Dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Tahu Di Kota Probolinggo Arif. In Institute of Technology Sepuluh Nopember Surabaya.

[5] Kaswinarni, F., & Nugraha, A. A. S. (2020). Kadar Fosfor, Kalium dan Sifat Fisik Pupuk Kompos Sampah Organik Pasar dengan Penambahan Starter EM4, Kotoran Sapi dan Kotoran Ayam. Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 12(1).

[6] Kewa, F. A., & Mahardika, C. B. D. P, Masria. (2024). Penerapan Konsep Zero Waste Farming Dalam Sistem Pola Integrasi Tanaman Pangan Dan Ternak Kambing:(Studi kasus di Desa Katakeja Kecamatan Atadei Kabupaten Lembada. Penyuluhan & Komunikasi Pembangunan Pertanian, 1(1).

[7] Nurlina, Lilis, & Maryati, M. (2011). Perilaku Peternak Sapi Perah Dalam Memanfaatkan Teknologi Gas Bio ( The Behavior of Dairy Farmer to Utilize Biogas Technology ). Jurnal Ilmu Ternak, 11(1).

[8] Rare, S. (2023). Upaya Pengelolaan Limbah Ternak Kerbau Di Pasar Hewan Bolu, Toraja Utara. Universitas Hasanuddin Makassar.

[9] Sinaga, R., Christy, J., & Haloho, R. D. (2021). Rancang Bangun Komposter Aerob Dan Anaerob Untuk Mengurangi Sampah Organik Rumah Tangga. Jurnal Agrotekno Sains, 5(2).

[10] Syaharani, A. D., Perdananda, L., Safitri, S., & Sahrupi. (2024). Perancangan Sistem Pengelolaan Limbah Ternak di Cimuncang, Kota Serang. Metode: Jurnal Teknik Industri, 10(1).

[11] Ummah, M. F. (2018). Pengeringan Lumpur Ipal Biologis Pada Unit Sludge Drying Bed (SDB). Institut Teknologi Sepuluh November.

[12] Wijaya, M. K. (2024). Perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (Iplt) Di Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

[13] Zulfikar, Syafrudin, Handayani, D. S. (2015). Perencanaan Sistem Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat. Teknik Lingkungan, 4(3).

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Pradana, B. D., Nayono, S. E., Suwartanti, S., & Fajriani, Q. R. (2026). Perencanaan Sistem Pengelolaan Limbah Terpadu Berbasis Biogas Dan Kompos Pada Peternakan Sapi Komunal: Studi Kasus Pada Kelompok Tani Ternak Ledok Makmur Banjeng, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Journal of Civil Engineering and Sustainable Infrastructure (CENTER), 3(1), 18–31. https://doi.org/10.21831/center.v3i1.2857

Issue

Section

Articles