PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS ADOBE FLASH PLAYER LATIHAN TEKNIK DASAR FUTSAL

Abdy Windiartha

Abstract


This research is taken from the lack of basic futsal technique that makes players tend to be fatigue in training which is given by the coach. Therefore, the development about basic training media, such as adobe flash player is necessary in learning process. This research focuses on the development of media in learning by using adobe flash player.

This study is research and development. The development model of this research is adapted from the development model of Borg & Gall. Borg & Gall's development research stages are: (1) research and data collection, (2) planning, (3) product draft development, (4) first field test, (5) revise test results, (6) field test, (7) result field product test improvement, (8) field test implementation, (9) final product improvement, also (10) dissemination and implementation.

This product contains material on futsal basic engineering practice. Media development using Adobe Flash CS6 Professional software. The material presented is (1) basic futsal technique, (2) brief futsal, (3) futsal rules, also (4) field size, line, goal and futsal ball. Based on the stages adapted from the development model of Borg and Gall then obtained the following results: Assessment and validation of the material experts showed that the medium of learning both with a mean value of 3.87. Assessment and validation of media experts showed that the medium of learning both with the average value 4. The results of small group trials showed very good result that is average 4.42. The results of large group trials showed excellent results with a mean of 4.55. In operational test and product effectiveness, pre test and post test of 2 groups were applied. The first group was given media influence, and the second group as the control group. Operational test results pretest value 73.92 seconds into the category enough, and for the average post-test value of 58.25 seconds into the category enough. The effectiveness test shows that the interactive learning media has significant effectiveness with t count value > t table that is 123,922 > 1,70329 and p value (significance) 0.000 < 0,05 meaning that the media is effective. As the final conclusion stated that the product proved effective. For the posttest average value of 58.25 seconds into the category enough. As the final conclusion stated that this product proved effective.

ABSTRAK

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya model latihan teknik dasar futsal, sehingga pemain cenderung jenuh dengan materi latihan teknik dasar yang diberikan pelatihnya. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan mengenai media latihan teknik dasar futsal yang tadinya bersifat konvensional menjadi media yang berbasis adobe flash player. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif berbasis adobe flash player. Konten dalam media ini berisikan pengembangan materi latihan teknik dasar futsal untuk pembina/pelatih ekstrakurikuler futsal di SMA/SMK sederajat di Kabupaten Banjarnegara.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Model pengembangan dalam penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall. Adapun langkah-langkah penelitian pengembangan yang dilakukan Borg & Gall yakni: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir, serta (10) desiminasi dan implementasi.

Produk ini memuat materi tentang latihan teknik dasar futsal. Pengembangan media menggunakan software Adobe Flash CS6 Professional. Materi yang disajikan adalah (1) latihan teknik dasar futsal, (2) sejarah singkat futsal, (3) peraturan futsal, serta (4) ukuran lapangan, garis, gawang, dan bola futsal. Berdasarkan tahapan-tahapan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall maka didapatkan hasil sebagai berikut: Penilaian dan validasi ahli materi menunjukkan bahwa media pembelajaran baik dengan nilai rerata 3,87. Penilaian dan validasi ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran baik dengan nilai rerata 4. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan hasil sangat baik yaitu rerata 4,42. Hasil uji coba kelompok besar menunjukkan hasil sangat baik dengan rerata 4,55. Pada uji operasional dan efektifitas produk, diberlakukan pre-test dan post-test terhadap 2 kelompok. Kelompok pertama yang diberikan pengaruh media, dan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol. hasil uji coba operasional nilai pre-test 73,92 detik masuk ke dalam kategori cukup, dan untuk nilai rata-rata post-test 58,25 detik masuk ke dalam kategori cukup. Uji efektifitas menunjukan bahwa media pembelajaran interaktif memiliki keefektifan yang signifkan dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 123,922 > 1,70329 dan nilai p (signifikansi) 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa media tersebut efektif. Sebagai simpulan akhir dinyatakan bahwa produk terbukti efektif. untuk nilai rata-rata post-test 58,25 detik masuk ke dalam kategori cukup. Sebagai simpulan akhir dinyatakan bahwa produk ini terbukti efektif.


Keywords


media development; basic technique; futsal; pengembangan media; teknik dasar

Full Text:

PDF

References


Arsyad, A. (1997). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Bompa, T. (1994) Theory and metodology of training. Kendal. Iowa: Hunt Publishing Company.

Borg, W. R. & Gall, M.D. (1983). Educational research an introduction (4^th ed.). New York: Longman.

Candra Dewi. (2014). Pengembangan multimedia pembelajaran ilmu pengetahuan alam fungsi organ tubuh manusia dan hewan berbantuan CD interaktif berbasis flash untuk sekolah dasar kelas V. Tesis. Program Studi Teknologi Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Daryanto. (2010). Media pembelajaran .Yogyakarta: Gava Media

_____. (2013). _____. Yogyakarta: Gava Media

Deni Darmawan. (2012). Pendidikan teknologi informasi dan komunikasi. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Depdikbud. (1994). Kurikulum SMU: landasan, program dan pengembangan. Jakarta.

FIFA. Futsal laws of the game 2013/2014. Zurich: Fédération Internationale de Football Association.

Fitts & Posner. (1967). Physical education for atlethic. Jerman A and M University

Fox, E.L., Bowers, R.W., Foss, M.L. (1993). The physiological basis for exercise.

Harsono (1988). Coaching and aspek-aspek psikologi dalam coaching. Bandung: CV. Tambak Kusuma.

Husdarta dan Saputra. (2000). Perkembangan pesera didik. Debdikbud. Dirjen Dikdasmen. Bagian Proyek Penataran Guru SLTP stara D-III

Lhaksana, Justinus & Ishak H. Pardosi. (2008). Inspirasi dan spirit futsal. Jakarta: Raih Asa Sukses.

Lhaksana, Justinus. (2011). Taktik dan strategi futsal modern. Jakarta: Be Champion.

Lhaksana, Justinus. dkk. (2005). Teknik dasar dan strategi permainan futsal. Jakarta.

Madkoms. (2012). Kupas tuntas adobe flash professional cs6. Yogyakarta: ANDI.

M. Yusuf Hadisasmita dkk. (1996). Ilmu kepelatihan dasar. Jakarta: Depdikbud.

Nala. (1998). Prinsip pelatihan fisik olahraga. Monograf yang diperbanyak oleh program Pascasarjana Fisiologi Olahraga Universitas Udayana.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2015). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Narmoatmojo Winarno, (2009). Ekstrakurikuler di sekolah: dasar kebijakan dan aktualisasinya. Surakarta: FKIP UNS.

Nusa Putra. (2011). Research and development. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Pate, et al (1993). Dasar-dasar ilmiah kepelatihan. Semarang. IKIP Semarang: Press.

Poerwadarminta, W.J.S. (2002). Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Pramono, G. (2008). Pemanfaatan multimedia pembelajaran. Depdiknas: Pustekkom.

Pujiriyanto. (2012). Teknologi untuk pengembangan media & pembelajaran. Yogyakarta: UNY Press.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta.

Pustekkom. (2004). Modul serial pelatihan pengembangan multimedia interaktif. Jakarta: Pustekkom. Diknas

Rumini, Sri dan Siti Sundari. (2004). Perkembangan anak dan remaja. Jakarta: PT Rineka Cipta.

S. Nasution. (1982). Teknologi pendidikan. Bandung: Jemmars.

Shirran, Alex. (2008). Evaluating students (mengevaluasi siswa). Penerjemah Nien Bakti Soemanto. Jakarta: Gramedia.

Siti Muyaroah.(2013). Pengembangan media pembelajaran mobile learning berbasis adobe flash pada mata pembelajaran TIK kelas x di SMA N 5 Semarang. Tesis. Program Studi Teknologi Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta

Sucipto. (2000). Sepakbola latihan dan strategi. Jakarta: Jaya Putra.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian pengembangan (r&d). Bandung: PT. Alfa Beta.

Suryobroto, A.S. (2001). Teknologi pembelajaran pendidikan jasmani. Yogyakarta: UNY.

Sutopo, A. H. (2003). Multimedia interaktif dengan flash. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sutrisno Hadi. (2004) . Metodologi research. Yogyakarta: Andi.

Suyanto. (2005). Multimedia alat untuk meningkatkan keunggulan bersaing. Yogyakarta: Andi.

TBMM. (2002). Buku panduan pelatihan basic life support. Yogyakarta: Panacea.

Tenang, John D. (2007). Jurus pintar main bola. Bandung: Mizan Media Utama.

_____. (2008). Mahir bermain futsal. Bandung: Mizan Media Utama.

Sumber Internet :

Wikipedia. Adobe Flash. Diperoleh 18 Juli 2016 dari https://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_Flash

Wikipedia. Pendidikan Jasmani. Diperoleh 5 September 2016 dari https://id.m.wikipedia.org/pendidikan.jasmani_jasmani




DOI: https://doi.org/10.21831/jorpres.v13i2.25102

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

  

 

Flag Counter

Jorpres Stats