Kecanduan Smartphone Ditinjau dari Sensation-Seeking pada Siswa SMA di Yogyakarta

Arnia Assari

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa sensation seeking memiliki pengaruh terhadap kecanduan smartphone pada siswa SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei dan dilakukan di Yogyakarta. Sampel yang digunakan berjumlah 415 siswa SMA baik negeri maupun swasta dengan teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner berbentuk skala. Instrumen pengambilan data menggunakan dua kuesioner, yakni kuesioner kecanduan smartphone dan sensation seeking. Uji validitas instrumen menggunakan validitas isi yang dilakukan dengan expert judgment dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach dengan nilai koefisien 0,879 untuk instrumen kecanduan smartphone serta 0,989 untuk instrumen sensation seeking. Analisis data menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa sensation seeking mempengaruhi kecanduan smartphone siswa SMA di Yogyakarta dengan p<0,05; maka variabel sensation seeking dapat memprediksi kecanduan smartphone dengan persamaan garis regresi Y = 37,690 + 0,285X.


Keywords


Kecanduan Smartphone, Sensation Seeking, Siswa SMA

Full Text:

PDF

References


Amir & Trianasari. (2013). Pola komunikasi antarpribadi dalam pengasuhan anak: Kasus orang tua beda agama (Interpersonal communication patterns in parenting: The case of parents with different religion). Jurnal Komunikasi KAREBA, 2(1)

Andri, Winarti, & Utami. (2001). Pola asuh orangtua dan nilai-nilai kehidupan yang dimiliki oleh remaja. Fenomena: Jurnal Psikologi. Hal 71-101

Auliarahma. (2015). Hilangnya kedudukan nilai- nilai pancasila dalam kehidupan masyarakat. Tugas. STMIK AMIKOM Yogyakarta

Barni, Daniela, et al. (2011). Value transmission in the family: do adolescents accept the values their parents want to transmit? Journal of Moral Education, 40:1, 105-121

Chan, H.-W., & Tam, K.-P. (2016). Understanding the lack of parent–child value similarity: The role of perceived norms in value socialization in immigrant families. Journal of Cross- Cultural Psychology, 47(5), 651–669. Diambil pada 25 April 2018, https://doi.org/10.1177/0022022116635744.

Davis, A. (2010). Defending religious pluralism for religious education. Ethics and Education, 5 (3), 189-202.

De Muynck, B., Vos, P., Hoogland, J., & Van der Stoep, J. (2017). A Distinctive of Christian Higher Education: Educating for Vocation. Christian Higher Education, 16 (1-2), 3-10.

Friedman. (2010). Keperawatan keluarga. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Hurlock, Elizabeth B. (1980). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Gramedia.

Imron, A. (2012). Proses manajemen mutu sekolah dasar berbasis relegi. Jurnal Sekolah Dasar. 21(2):27-38.

Knafo, Ariel & Schwartz, Shalom. (2009). Accounting for parent-child value congruence: theoretical considerations and empirical evidence. In U. Schönpflug (Ed.), Culture and psychology. Cultural transmission: Psychological, developmental, social, and methodological aspects (pp. 240-268). New York, NY, US: Cambridge University Press.

Lestari, Sri. (2014). Psikologi keluarga penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Min, Joohong, Silvester, Merrin & Lendon, Jessica. (2012). Intergenerational transmission of values over the family life course. Advances in Life Course Research Volume 17, Issue 3, September 2012, 112-120.

Rokeach, M. (1973). The nature of human values. New York: Free Press.

Rosmawaty. (2010). Mengenal ilmu komunikasi. Jakarta: Widya Padjadjaran

Sari, Yunu M. (2014). Pembinaan toleransi dan peduli sosial dalam upaya memantapkan watak kewarganegaraan (civic disposition) siswa. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Volume 23 No. 1, Edisi Juni 2014.

Seligman, C., Olson, J. M., & Zanna, M. P. (Eds.). (2013). The Ontario symposium on personality and social psychology, Vol. 8. The psychology of values: The Ontario symposium, Vol. 8. Hillsdale, NJ, US: Lawrence Erlbaum Associates, Inc.

Sjarkawi. (2008). Membentuk kepribadian anak “Peran moral intelektual, emosional, dan sosial sebagai wujud integritas membangun jati diri”. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009). Interpretative Phenomenological Analysis. London: SAGE Publication.

Storm, I. and D. Voas. (2012). The Intergenereational transmission of religious service attendance”. Nordic Journal of Religion and Society, 25 (2): 131- 150




DOI: https://doi.org/10.21831/ap.v3i2.45831

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Our Journal is Indexed by:

Crossref 

e-ISSN: 2746-122X

 

Creative Commons License
Acta Psychologia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.uny.ac.id/index.php/acta-psychologia/.